Sunday, 12 January 2014

Indonesia disebut sebagai Bangsa yang Lembek, Benarkah?


Berkenaan dengan tema “Indonesia disebut sebagai Bangsa yang Lembek, Benarkah?” yang terkandung dalam pesan (artikel) berjudul “Civis Pacem Parabellum” di www.darwinsaleh.com, saya berpandangan bahwa statement tersbut benar adanya dan saya sangat setuju.

Ini pandangan dari seorang Anak muda Indonesia yang sebenarnya tidak terlalu faham tentang rules permasalahannya. Namun, pandangan ini tertuang dari sebab akibat penilaian dari sudut pandang saya sendiri.

Menurut saya Indonesia memang pantas disebut dengan kata “Lembek” dalam banyak hal, terutama dari segi teritorial, patok perbatasan, budaya, pertahanan, TKI, bahkan dari segi olahraga sekalipun.

Akan saya bahas satu-persatu kenapa saya bisa berpendapat seperti itu, alasan yang saya kemukakan ini jujur dari sudut pandang seorang awam yang ingin melihat bangsa ini lebih bisa dipandang dan dihormati oleh bansa dan negara lain.

Segi Teritorial (Khususnya Teritorial Laut)


Teritorial Indonesia
Teritorial Indonesia
Saya melihat Indonesia sebagai negara yang memiliki banyak pulau dan dikelilingi oleh sebagian besar perairan sangat dipandang sebelah mata oleh negara lain ataupun oleh angkatan tempur negara lain diwilayah perairannya.

Banyak berita dan kasus yang saya saksikan tentang wilayah perairan Indonesia yang sangat longgar pengawasannya sehingga memudahkan negara tetangga dengan mudah masuk perairan Indonesia dan mengambil kekayaan laut Bangsa ini. Sedangkan nelayan kita yang dengan tidak sengaja masuk ke perairan negara lain dengan mudahnya mereka kenakan hukuman.

Seperti contoh perairan mulai dari pulau jawa sampai pulau chrismast di Australia, diperairan ini sering sekali terjadi konflik kecil bahkan sering dijadikan pelarian imigran yang mencari suaka.

Seharusnya dengan negara yang memiliki luas wilayah terbesar di Asia dan memiliki banyak potensial kekayaan, pemerintah harus sangat ekstra bekerja keras dalam menjaga wilayahnya ataupun pulau-pulau yang berada di wilayah teritorial Indonesia.

Atau haruskah kita flashback ke beberapa tahun lalu ketika Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan yang harus kita relakan diklaim oleh yang disebut negara serumpun Malaysia.

Diklaim nya dua pulau Indonesia ini seharusnya sudah menjadi cambuk keras bagi pemerintah yang harus lebih ekstra waspada terutama dalam hal penjagaan pulau-pulau nya. Apakah harus ada pulau-pulau lain yang di klaim agar pemerintah baru akan sadar tentang pentingnya kekayaan Negeri Bahari ini.

Patok Perbatasan

Patok Perbatasan
Patok Perbatasan
Berikutnya inilah masalah yang sampai saat ini masih menjadi polemik terutama bagi masyarakat ataupun angkatan militer Indonesia yang berada di perbatasan.

Sering kita dengar bahwa perbatasan Indonesia semakin hari semakin mundur dari patok yang seharusnya terutama di perbatan langsung dengan negara tetangga seperti contoh perbatasan yang berada di Kalimantan (perbatasan dengan Malaysia) ataupun yang berada di tanah Papua (perbatasan dengan Papua New Guinea).

Budaya

Budaya Indonesia
Budaya Indonesia
Apakah harus saya jelaskan tentang Budaya? Bagaimana negara ini selalu kecolongan dengan budaya warisan leluhur yang selalu dan SELALU menjadi kasus utama diklaimnya budaya Asli Indonesia oleh Malaysia. Sampai masyarakat pun mengecam keras dengan tindakan memalukan dari negara serumpun Indonesia ini.

Pemerintah seharusnya lebih bisa peka kepada budaya asli Indonesia ini, jangan setelah menjadi polemik barulah pemerintah seperti kebakaran jenggot dengan segala pencitraannya.

Pertahanan

Pertahanan
Pertahanan
Ini sedikit memalukan jika dibahas oleh suara rakyat khususnya orang awam seperti saya, bagaimana tidak yang paling terbaru adalah kasus Intelijen Australia yang terang-terangan menyadap orang nomor 1 di Indonesia yaitu Presiden Susilo Banbang Yudhoyono atau yang sering kita kenal SBY. Bahkan penyadapan ini bukan hanya ditujukan untuk presidennya saja namun sang istri (ibu Presiden) pun masuk didalam daftar penyadapan. Dan yang lebih mencengangkan adalah penyadapan Intelijen Australia ini dilakukan dari tahun 2009 dan baru ditahun 2013 akhir tindakan tidak etis Intelijen Australia ini terbongkar.

Lalu apa yang dilakukan presiden? Saat itu presiden hanya bisa menyurati PM Australia, Tony Abbot. Di mata masyarakat Indonesia ini sudah bukan tentang penyadapan tapi tentang “perang” karena ini sudah tidak bisa dianggap sebagai hal yang kecil. Tapi kasus ini hanya bertahan 2 minggu, setelah itu seperti tidak terjadi apa-apa, sungguh membingungkan.


Tenaga Kerja Indonesia (TKI)

TKI
Tenaga Kerja Indonesia
Ini bagaikan “tumor” dalam tubuh manusia, artinya kita sudah tahu penyakit itu tapi sangat sulit untuk disembuhkan, bahkan harus terus-terusan timbul korban.

Pahlawan Devisa negara ini seperti dianggap hina dimata para majikan di negara tetangga khususnya Malaysia yang menjadi penyumbang nomor satu kasus kekerasan terhadap TKI.

Dimana peran pemerintah? Dimana kecaman keras pemerintah? Hukuman mati, pemerkosaan, penyiksaan seakan menjadi hal yang sudah wajar diterima oleh para TKI kita. Sampai Kapan !!!!

 Olahraga

 Atlet Indonesia
Atlet Indonesia

Dahulu Bangsa ini sangat disegani oleh negara Asia lainnya dalam hal segi olahraga, Namun sekarang Bangsa ini hanya seperti Garuda yang sedang tertidur dalam “zona nyamannya”.

Kebiasan Laten para pejabat yang menjadikan anggaran olahraga sebagai uang saku juga menjadi lahan basah bagi beberapa segelintir orang tidak tahu malu, sehingga menjadikan negara ini kekurangan putra-putri bangsa berkembang dalam hal olahraga karena anggaran yang seharusnya menjadi penopang latihan bahkan penopang sarana dan pra sarana olahraga mereka malah dijadikan ajang korupsi pejabat-pejabatnya bahkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) nya.

Pemandangan miris juga sering terjadi kepada para Atlet yang pernah berjasa mengahrumkan dan mengibarkan bendera Merah Putih di Ajang Olahraga Internasional.

Banyak dari Atlet tersebut dihari tua nya harus dipaksa bukan menjadi bak pahlawan yang DILUPAKAN, dan beberapa bahkan menjual medali emas yang mereka dapatkan dengan kerja keras dan usaha hanya untuk mendapatkan rupiah dan melanjutkan hidupnya.

Dari alasan diatas apakah masih pantas Bangsa Indonesia disebut dengan Negara yang Lembek? Jawabannya MASIH, bahkan masih banyak alasan lain yang menjadikan negara ini sangat masih jauh dari ekspektasi yang diimpikan oleh warga Indonesia.





Catatan: “Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari www.darwinsaleh.com
Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan”

Artikel Terkait

Indonesia disebut sebagai Bangsa yang Lembek, Benarkah?
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

3 komentar

14 January 2014 at 16:27 delete

Setuju Gan ama statement ny, pemimpin adalah faktor utama

Reply
avatar
23 January 2014 at 15:57 delete

Waah..inspiratif sekali tulisannya. Berkunjung balik ya ke http://siethie.blogspot.com/2014/01/keistimewaan-indonesia-dengan-segudang.html

Reply
avatar
13 February 2014 at 03:07 delete

Semoga Indonesia semakin jaya dan pastas disebuat sebagai negara adidaya

salam
omjay

Reply
avatar