Friday, 26 June 2015

Malindo Air: Pemain Baru dalam Dunia Penerbangan Berbasis LCC

Maskapai Malindo Air

Saat ini, banyak maskapai baru yang bermunculan menawarkan penerbangan berbiaya rendah atau low-cost carrier (LCC). Hal ini tentu didorong kebutuhan masyarakat akan alat transportasi udara, namun juga tidak ingin memakan biaya yang besar. Saat ini, penerbangan domestik maupun penerbangan dalam benua, misalnya Asia, telah cukup ramai. Mengingat tren backpacking yang juga sedang berkembang di Asia, maka penerbangan berbiaya murah pun menjadi pilihan yang banyak dicari masyarakat.

Melihat pasar yang sedang berkembang sangat pesat, Lion Air, yang notabene merupakan maskapai asal Indonesia yang mengisi pasar hybrid carrier atau perpaduan antara LCC dan penerbangan medium, tidak tinggal diam. Begitu ada peluang, Lion Air langsung memutuskan untuk beraksi menambah anak perusahaannya. Sebelumnya, perlu diketahui bahwa Lion Air telah memiliki anak perusahaan maskapai penerbangan lain, yaitu Wings Air dan Batik Air. Tapi, pesatnya perkembangan bisnis AirAsia di Indonesia membuat Lion Air segera bergerak untuk memasuki Malaysia.

Akhirnya, dibangunlah kerja sama antara PT Lion Mentari Airlines milik Indonesia atau Lion Air dan National Aerospace and Defence Industries atau NADI milik Malaysia. Kerja sama yang diinginkan adalah membuat maskapai penerbangan baru milik Lion Air di Malaysia. Karena merupakan kerja sama gabungan dua negara, yaitu Indonesia dan Malaysia, maskapai baru tersebut diberi nama Malindo Air yang merupakan singkatan dan gabungan dari Malaysia dan Indonesia. Akhirnya, pada 22 Maret 2013, Malindo Air memulai debut penerbangan pertamanya dari Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia. Malindo Air melakukan tiga kali penerbangan ke Kinabalu dan empat penerbangan ke Kuching. 

Malindo Air memang lebih berfokus kepada rute penerbangan dalam negeri Malaysia. Tapi, targetnya, Malindo Airlines akan mengekspansi ke berbagai negera di Asia, seperti Indonesia, India, dan China. Rute dalam negeri Malaysia yang dilalui Malindo Air adalah Kuching-Kuala Lumpur, Kinabalu, Bintuku, Sibu, Sandakan, dan Miri. Rute-rute tersebut disambut baik oleh pemerintah Malaysia karena menjangkau tempat-tempat yang tadinya tidak begitu populer. Setelah Malindo Air masuk menawarkan tiket murah ke daerah-daerah tersebut, sektor pariwisata di sana juga semakin membaik.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Malindo Air merupakan proyek gabungan NADI dan Lion Air. NADI memegang 51% saham Malindo Air, dan 49% sisanya adalah milik Lion Air. Logo maskapai pun masih dipegang oleh Lion Air, yaitu berbentuk singa berwarna merah, seperti logo Lion Air, namun dengan tambahan tulisan berwarna merah di bawahnya: “Malindo air”.

Awalnya, Malindo Air hanya memiliki 12 pesawat Boeing 737 yang merupakan hibah dari Lion Air. Namun, dalam perkembangannya, melihat angka penjualan tiket perdananya yang cukup menarik perhatian, maskapai ini pun berencana untuk terus menambah maskapainya hingga mencapai 100 unit pesawat sampai dekade mendatang.

Malindo Air merupakan maskapai yang bergerak di bidang penerbangan berbiaya murah atau LCC (Low Cost Carrier). Jadi, maskapai ini menyediakan kelas ekonomi dan kelas bisnis untuk para pelanggannya. Jika Anda menggunakan jasa maskapai penerbangan yang satu ini, Anda akan menemukan TV pribadi di setiap kursinya yang akan tetap menjamin kenyamanan Anda selama berada di dalam pesawat. Makanan ringan berbayar dan makanan gratis juga tersedia untuk Anda. Selain itu, fasilitas lainnya yang diberikan oleh Malindo Air adalah alokasi bagasi gratis seberat 20 kg untuk penumpang kelas ekonomi dan 30 kg untuk penumpang kelas bisnis. 

Sudah siap terbang dengan maskapai ini? silahkan kunjungi http://www.traveloka.com/malindo-air untuk memesan tiket nya.

Artikel Terkait

Malindo Air: Pemain Baru dalam Dunia Penerbangan Berbasis LCC
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email