Friday, 10 November 2017

19 Strategi Bisnis Fotokopi dan Alat-alat Tulis

Anda ingin mencoba bisnis atau usaha yang menjanjikan meski dengan modal terbatas? Bisnis yang satu ini perlu Anda coba yaitu bisnis jual alat-alat tulis kantor dan fotokopi. Bisnis ini terbilang menjanjikan karena pangsa pasarnya sangat luas yaitu di kalangan pelajar, mahasiswa, pekerja maupun masyarakat umum. Siapa yang tak membutuhkan stationary dan fotokopi? Hampir semua lapisan masyarakat membutuhkannya. Saat ingin membeli stationary rasanya kurang efisien jika harus ke toko buku yang belum tentu ada di setiap daerah.

Prospek bisnis ini semakin berkembang seiring meningkatnya jumlah populasi penduduk Indonesia. Terlebih lagi di daerah-daerah pelosok juga mulai dilengkapi sarana dan prasarananya, oleh karena itu usaha ini masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Selain itu, alat tulis harganya relatif stabil dan tidak ada masa kadaluarsa nya. Apa saja strategi bisnis ini:

Fotokopi


1. Pilih lokasi usaha Anda dengan men survey terlebih dahulu tempat-tempat yang Anda rasa paling kompetitif. Baik dari segi strategis maupun akomodasinya. Misalkan kampus, perkantoran maupun sekolah.
2. Sediakan etalase dan rak untuk memajang barang-barang yang akan Anda jual. Seperti buku, selotip, lakban, dan peralatan kantor lainnya
3. Susunlah barang-barang sedemikian rupa agar menarik pembeli dan memudahkan Anda saat mencari dan memilih barang yang diinginkan.
4. Alat-alat tulis kantor yang paling laris adalah pulpen, pensil, kertas, penghapus, rautan pensil, cutter, lem, penggaris, paper clip, staples, amplop dan karton. Pastikan untuk barang-barang ini Anda pilih yang sekiranya merk yang ternama agar banyak pembeli yang mau membelinya.
5. Belanja barang dagangan (kulak) langsung dari pusat grosir atau distributornya langsung. Karena Anda akan mendapatkan harga yang relatif lebih murah dan biasanya mendapat potongan harga.

Baca Juga Tips Pilih Situs Jual Beli Online Terbaik Saat Hari Belanja Online Nasional

6. Dalam pengadaan mesin fotocopy, Anda bisa menyewanya terlebih dahulu. Karena sekarang sudah banyak penyewaan mesin fotokopi. Dengan sistem sewa, Anda juga terbebas dari biaya maintenance (perbaikan) dan servis rutin.
7. Pilih mesin fotokopi dari merk yang sudah terkenal, teruji keawetan nya dan lebih canggih. sebaiknya gunakan yang mesin fotokopi saja bukan yang dengan printer karena perawatannya lebih mudah. Untuk print, Anda bisa menggunakan komputer dan printer yang telah Anda miliki.
8. Untuk harga, Anda bisa membuat 2 harga yang berbeda. Pertimbangannya adalah kemampuan konsumen seperti mahasiswa dan pelajar. Misalkan fotokopi per lembar untuk para pelajar Rp 150, untuk kalangan pekerja dan masyarakat umum, Anda bisa mematok harga per lembar Rp 200.
9. Strategi menarik konsumen, beri potongan harga khusus untuk fotokopi yang cukup banyak misalkan di atas 50 lembar dan kelipatannya.
10. Jika sudah mulai berkembang, cobalah menjalin kerjasama dengan perusahaan atau instansi-instansi di sekitar tempat usaha Anda. dengan ini, Anda bisa mendapatkan orderan secara rutin.
11. Perhatikan waktu untuk me-restock barang dagangan Anda. Sehingga tidak mengecewakan pembeli jika Anda kehabisan stock barang yang diinginkan oleh konsumen.
12. Lakukan promosi dengan memasang spanduk, papan nama, sebar brosur dan pamflet ke sekolah-sekolah dan kampus-kampus

12 tips di atas bisa Anda terapkan untuk memulai bisnis fotokopi dan jual alat-alat tulis. Manfaatkan juga momen tertentu seperti saat tahun ajaran baru, Anda bisa sedikit menaikkan harga barang dagangan Anda untuk mendapat keuntungan lebih. Jika sudah berkembang, maka tak ada salahnya untuk mencoba bisnis ini secara online. Hal ini bukan saja menambah keuntungan Anda, tetapi juga dapat memperluas jaringan bisnis.

Artikel Terkait

19 Strategi Bisnis Fotokopi dan Alat-alat Tulis
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email